bagaimana disebut tak berharga
merekalah yang membangun dirimu hingga seperti ini
merekalah yang menerimamu dengan senyumnya
merekalah yang tak pernah meragukanmu
merekalah yang membuatmu tak pernah sedih
semuanya, mereka
yang selalu berharga
Januari 29, 2013
Januari 28, 2013
Sekilas,,
Memang seharusnya seperti ini, berada ditempat dimana berguna nantinya. Entah untuk Tuhan, semesta, ataukah siapapun yang harus menggunakan.
Jalan ini penuh dengan kerahasiaan terpatri seperti halnya yang terjadi pada Eragon putra Brom, ataukah Arya yang sekarang menjadi ratu menggantikan Ibunya yang telah wafat di Ellesmera. Penciptaan Segoy sama halnya seperti penciptaan berlusin-lusin kehidupan. Dan aku, hanya bagian kecil lain yang mengikuti aliran itu.
Sama sepertinya, hidupkupun mempunyai banyak rahasia dilorong-lorong gelap yang aku sendiri tak tahu ada apa saja didalamnya. Tapi aku masih sebuah tokoh. Bukan peran-peran yang hadir untuk mengindahkan. Tapi aku mendapatkan peran utama dalam film hidupku.
Walau dalam nyataku tak pernah ada naga, tapi aku membutuhkannya. Membutuhkan untukku berbagi benak, untukku saling melindungi, untukku saling berbagi rasa, energi atau apa sajalah yang dapat dibagi.
Jalan ini penuh dengan kerahasiaan terpatri seperti halnya yang terjadi pada Eragon putra Brom, ataukah Arya yang sekarang menjadi ratu menggantikan Ibunya yang telah wafat di Ellesmera. Penciptaan Segoy sama halnya seperti penciptaan berlusin-lusin kehidupan. Dan aku, hanya bagian kecil lain yang mengikuti aliran itu.
Sama sepertinya, hidupkupun mempunyai banyak rahasia dilorong-lorong gelap yang aku sendiri tak tahu ada apa saja didalamnya. Tapi aku masih sebuah tokoh. Bukan peran-peran yang hadir untuk mengindahkan. Tapi aku mendapatkan peran utama dalam film hidupku.
Walau dalam nyataku tak pernah ada naga, tapi aku membutuhkannya. Membutuhkan untukku berbagi benak, untukku saling melindungi, untukku saling berbagi rasa, energi atau apa sajalah yang dapat dibagi.
Aku Benci !
aku benci karena aku bukan penyihir
aku benci karena aku bukan fairy
aku benci karena aku bukan penunggang
aku benci karena tak bisa menjadi bagian dari mimpi
aku benci karena aku adalah aku
aku benci karena aku tak bisa membuatmu lebih dari ini
aku benci melihatmu seperti ini
aku benci aku terlalu lemah dan bodoh dalam hal ini
aku benci tak tahu lagi harus bagaimana ini
aku benci karena aku adalah aku
yang tak bisa berbuat lebih
yang hanya berserah pada keadaan
yang sudah terlalu ingin meledak-ledak
yang telah tanpa ijin memasuki duniamu
maafkan aku
aku benci karena aku bukan fairy
aku benci karena aku bukan penunggang
aku benci karena tak bisa menjadi bagian dari mimpi
aku benci karena aku adalah aku
aku benci karena aku tak bisa membuatmu lebih dari ini
aku benci melihatmu seperti ini
aku benci aku terlalu lemah dan bodoh dalam hal ini
aku benci tak tahu lagi harus bagaimana ini
aku benci karena aku adalah aku
yang tak bisa berbuat lebih
yang hanya berserah pada keadaan
yang sudah terlalu ingin meledak-ledak
yang telah tanpa ijin memasuki duniamu
maafkan aku
6 Septembe '94
Januari 25, 2013
Berlian dalam Hidupku
Memori indahku melaju jauh kedalam kenangan yang tak jelas. Masih mencoba terpejam, tapi otakku masih saja tak mau diam. Berjalan mundur langkah demi langkah.
Jangka waktu yang diberikan terlalu banyak, membebaniku, karena memberi tanpa kuminta. Elemen lain yang mengenalkanku dunianya, menjadikanku sejenak merasa, merasuk jauh dalam keindahan dunia itu.
Mengajariku banyak hal yang tak kutahu tanpa kau tahu. Memforsirku slalu disampingmu. Menjanjikanku banyak hal yang tak pernah kulihat. Bagai sense lain yang mencoba mencanduku.
Aku mengerti. Bahkan jauh mengerti untuk lebih mengerti ini semua. Terlebih untukku. Terlalu indah. Duniaku tak seindah yang kau lihat. Sedikit jauh dari keindahan yang kau tawarkan. Aku ingin, tapi kutak bisa. Aku tak mau, tapi kutak dapat menjelaskannya.
Sungguh, percayalah! kau tetaplah berlian indah dihidupku. Itu terlarang untukku menyentuhmu. Meski jika ku dilanda badai rindu sekalipun aku akan tetap berkata, "Aku tak merindumu".
Jangka waktu yang diberikan terlalu banyak, membebaniku, karena memberi tanpa kuminta. Elemen lain yang mengenalkanku dunianya, menjadikanku sejenak merasa, merasuk jauh dalam keindahan dunia itu.
Mengajariku banyak hal yang tak kutahu tanpa kau tahu. Memforsirku slalu disampingmu. Menjanjikanku banyak hal yang tak pernah kulihat. Bagai sense lain yang mencoba mencanduku.
Aku mengerti. Bahkan jauh mengerti untuk lebih mengerti ini semua. Terlebih untukku. Terlalu indah. Duniaku tak seindah yang kau lihat. Sedikit jauh dari keindahan yang kau tawarkan. Aku ingin, tapi kutak bisa. Aku tak mau, tapi kutak dapat menjelaskannya.
Sungguh, percayalah! kau tetaplah berlian indah dihidupku. Itu terlarang untukku menyentuhmu. Meski jika ku dilanda badai rindu sekalipun aku akan tetap berkata, "Aku tak merindumu".
12 August '94
Januari 24, 2013
Dari jauh
Melihatmu dengan segala kemampuanku itu adalah kebahagiaan
tersendiri. Walau kau begitu jauh di antara bintang-bintang itu. Aku bisa
melihat sinar itu. Sinar yang kau janjikan untuk mampu bersinar sendiri
selamanya. Dari jauh slalu kudoakan untukmu, sinarmu itu.
Dengan senyum yang tak bisa terukir dariku, aku
mengartikannya. Aku merindukanmu. Ya, aku akan slalu merindukanmu dari jarak
yang tak kau jangkau untuk mengenali rinduku.
Killing me inside your eyes
12 August '94
Langganan:
Postingan (Atom)
