/* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/nature/nat-10/nat949.ani), url(http://cur.cursors-4u.net/nature/nat-10/nat949.png), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */ Cute White Flying Butterfly expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Februari 06, 2015

batas manusiawi

Ada beberapa titik dimana manusia mencapai keterbatasan. Menyadari bahwa setiap individu hanya perlu kembali pada hakikatnya, menjadi diri sendiri. Tetapi penafsiran pada bentuk pencapaian tersebut tidak selalu pada hakikatnya. Bahkan Tuhan pun memberikan kuasa untuk memilih setiap tafsir yg diinginkan makhluknya. Bagaimana denganmu? Dengan segala tafsiran yang belum juga seperti yang kau inginkan. Hanya perlu waktu dan penantian. Ketidaksabaran memang selalu indah saat mengejarmu, tapi dialah pemicu. Berterima kasihlah pada keirian dan kedengkian, karena merekalah yang membuatmu sadar kembali di tahap mana kamu saat ini :-)

Januari 29, 2015

23 April



Untuk setiap tatapan yang penuh kerinduan dalam kenangan, dengan hanya mengagumi ataupun dikagumi. Ada batas di sana. Yang harus tak terlanggar untuk sebuah kemauan. Merasa rendah, hina, dan beribu rasa kelemahan yang pernah ada. Menenangkannya dengan kenangan. Ya kenangan.
Bahwa pernah berada dalam dekapannya, peluknya. Pernah dirindukan bahkan merindukan. Pernah merasakan ketulusan yang tak berarti untuk sekarang. Wahai Adam, kamu indah dan selalu indah. Terus bersinar tanpa mengeluh dan merasa lelah saat berhadapan. Sekali saja. Cukup untuk terlihat lemah dihadapan mata yang terlalu gelap. Mata yang terlalu dalam bahkan untuk melihat. Cukup dengan merasakan dalam-dalam bahwa pernah di suatu waktu bersama. Cumbu dan rayu. Yang cukup di ambang batasnya.
Menggebu-gebu tak tertahan. Ingatlah dengan segala nada manja nan syahdu. Indah pada saatnya bukan? Bentuk perhatian yang sebenarnya adalah kasih, satu hal yang tersadar jauh setelah waktu membuat kenyataan. Dialah Adam.
Untuk pengingkaran yang terjadi maka maafkanlah. Untuk segala yang terputuskan maka mengertilah. Untuk semua kenangan yang pernah tercipta bersama maka berbahagialah.
Memastikan segala bentuk kedamaian karena telah dipertemukan adalah satu-satunya jalan untuk menjaga mimpi masing-masing tetap utuh. Segala bentuk pujian tiada sebanding dengan doa yang menginginkan semata kebahagiaan. Senyum Adam.

Januari 12, 2015

apa waktu keterbatasan?

Masih selalu tenggelam dalam otak atik mata dan ekspresi membingungkan
Ini di suasana yang membuat sebagian orang frustasi dengan ketidakmampuan. Jauh, bahkan terlalu jauh menyimpang untuk menjadi sama. Tapi juga realitas.
Beralih pada waktu, yang mendebarkan hati lebih dari biasanya. Lalu mengoak-oak serasa ingin berbagi dan berkata "Rindu, aku bahagia"
Bertemu dengan fakta bahwa masalah utama adalah waktu yang semenanya, keterbatasan kebencian, luka, dan kasih adalah urusan yang terbatas sekaligus unlimited
Bayangkan jika semua hal itu sekenanya, pasti membosankan
Seperti angin yang mati dan tak pernah menjadi angin karena diam, terlebih memandang pertahanan dalam pertanyaan yang pasti yang sebenarnya memilih jawaban labil, akan lebih menyulitkan kebingungan untuk segera beranjak

Desember 06, 2014

( merindu )

Semauku dan semenaku

Jadi, kamu yang mengaku aku
berhak untuk semaunya dan semenanya

Bagaimana dengan sebuah tanda seru?
jika sudah lelah dengan tanya
maka berserulah

mampus sudah jika sudah terlambat

Hanya bisa berkedip-kedip dalam gelap
meraba permukaan tak rata: sejatinya
berhenti dan tak henti
menangis

sebenarnya merindu bukan?
berlarilah hingga lututmu menggelap
hinggap pada nuansa malam mencekam
tanpa kematian yang menyudahinya

Ah, ya sudah

20, Thursday 2014

November 21, 2014

Again

Hal ini seperti menuliskan takdirmu dengan seksama
Tidak cacat dan tidak kurang satu apapun
Seperti sebuah pertempuran takdir antara aku dan tuhan
Dia selalu ingin membuatku kalah, tapi aku telah mati
Sedari dia menciptakanku, aku sudah tak tahu diri
Hidup bergulat dengan serpihan dan kepingan asumsi
Bahwa aku ini hanyalah manusia

Semakin bodoh dan bodoh lagi, duduk terheran lagi
Bergeleng-geleng karena keterlaluan

Aroma ini, aroma manusia normal, karbohidrat
Penuh energi namun tidak tergunakan dan hanya
Menjadi momok bagi kenormalan
Kejenuhan yang kutulis sendiri, senyum masam
LAGI...
Nafas keluhku, maaf
Walau sudah keberapa, aku takkan memaksa untuk bagian lain
LAGI...
Cute White Flying Butterfly