aku membencimu yang datang
seperti angin, tak terencana. menghancurkan segala yang kumiliki. cinta,
sahabat, dan keluarga. tak sadarkah kamu dengan apa-apa yang sudah kukorbankan
untuk hanya menerima ingin Tuhan. kamu mendekat tak tahu malu. aku punya hati
yang penuh cinta, kamu mengosongkannya seketika. membuat parah. semakin parah.
aku punya hubungan tak tahu batas, tapi kamu membatasi hubungan yang menurutmu
penting untukku. egois. sangat egois. aku memiliki tahta yang luar biasa dalam
keluargaku dan kamu membuat keraguan memenuhi istanaku. aku membencimu, sungguh
membencimu. sayangnya, aku mencintaimu sebab aku terlalu membencimu.
November 05, 2017
Oktober 05, 2017
Selisih Kasih
berlutut, membuang segala kemanusiawian
sebab rasa yang terasa dan waktu yang berlalu
disudut jalan, terlepaslah genggaman
mimpi dan cita yang mulai layu
atau memang sudah hilang
sejak kapan melayang
mengapa tak beri tanda dan sejenisnya
mungkin kebodohan dan ketulusan yang ada
meraih, berjuang, bersahabat dengan waktu
bukankah cukup untuk menyingkirkan batu
semesta sedang berselisih, bisa saja begitu
keadaan yang tanpa asih, menjadi titik acu
tinggallah perih pada langit tak berujung
dendam dan amarah entah kapan tergulung
kini sisa kenangan yang tergantung
bisakah kasihku dan kasihmu masih terhubung
Yogyakarta, 04 10 '17
Tentang kasih seorang wanita
Wahda Mahrina Ayu Bidari
September 05, 2017
Lupa Tawa
Agustus 05, 2017
Princess
sejak kapan mengerti dunia
sayang jika hanya 2 : sisa hidup
tidak takutkah jika nanti kamu sendirian
tak ada yang disisimu, sepi
begitu cepat memahami dunia
keberuntungan yang menyesalkan
kamu harus berhenti tersenyum seketika
memulai tawa tanpa bahagia
sayang, gadis kecilku
yang menunggu debutnya didunia
merasa senang akhirnya
tahu apa yang orang dewasa tahu
lalu apa ini
gadisku tersayang dengan kekhawatiran
maklumilah untuk ketegasan yang berarti
akan tahu nanti pada waktunya
saat dunia benar-benar nyata
Maret 05, 2017
anak bumi
aku berada antara nafas lega dan bahagia, tapi aku tidak pada tempatnya. aku menoleh, tidak ada kanan kiri. semuanya berputar seperti biasa. sebagaimana bumi berputar. aku anak bumi yang entah bagian mana. aku tidak mengenal saudaraku. apa ini tangan dan kaki? atau hanya ilusi?. dudukku tak terasa menyentuh kursi. hanya menempel pada batas yang tersusun dari udara tak terhingga. jantungku tidak berhenti, yang berarti aku masih pada diriku. H2O yang menjadi kebanggaan bumi, yang harusnya menyapu bersih nada-nada false, entah hanya menjadi parasit yang membuat panas menjadi lebih panas hingga ulu hati. Dan kamu, masih menjadi alasan terbesar untuk merindu. 💗You'll be the last for me💗. hadiah dari bumi yang menjadi bukti aku masih anak bumi.
27 2 '17
Langganan:
Postingan (Atom)

