Bagaimana pintamu kulakukan jika setiap kuingin hanya sakit dan
sakit. Kamu terlalu kuat untuk kukikis perlahan. Walau harus mengumpulkan
effort tingkat dewa yang paling kuat
kamupun tetaplah kuat.
Kepura-puraanmu itu. Munafik. Kamu dengan matamu itu seakan
memohon kepadaku untuk memelukmu. Tapi kamu berduri. Kamu menyakitiku, sungguh.
Bukan kutak ingin untuk meraihmu. Tapi kamu terlalu tinggi nun jauh disana.
Otakku ini butuh beberapa detik untuk mencernamu. Sedangkan waktu
beberapa detikku untukmu itu sangatlah lama. Jika saja mampu kupikir ini bisa
digunakan untukku membangun masa berabad-abadku. Lalu bagaimana jika aku terus disampingmu?
Aku akan mati hanya dengan memikirkanmu.
12 august '94
Tidak ada komentar:
Posting Komentar