/* Start http://www.cursors-4u.com */ body, a:hover {cursor: url(http://cur.cursors-4u.net/nature/nat-10/nat949.ani), url(http://cur.cursors-4u.net/nature/nat-10/nat949.png), progress !important;} /* End http://www.cursors-4u.com */ Cute White Flying Butterfly expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Januari 18, 2013

Ketakutanku

Memasang senyuman itu mudah tapi sulit.Tetapi hanya itu kekuatanku. Ketulusan yang kupunya tak pernah berarti dimata semesta.

Aku dan semesta ini harusnya berteman. aku coba itu.

Seperti saat ini ketika kuterjaga untuk sebuah ketakutan, ketakutan yang sepertinya menyeretku dalam lorong-lorong gelap pendeta Helgrin. Tapi tak dengan tanpa sakit. Aku terlalu tersakiti.

Ketika perlahan mulai kurangkai kata, masih tak dapat menghalau ketakutanku. Disana, Drasleona, tempat menjijikkan yang tak ingin kusentuh. Tapi saat ini aku berada dalam satu-satunya lorong di jantung kota yang memelihara pemuja Ra'zac. Ini begitu menakutkan kurasa, hingga kudalami hela rasa satu-satu. Aku masih bertahan.

Sendiri

Kali ini masih dalam dunia mimpiku dimana hanya aku yang ada di lorong kosong ini. Terkadang tersenyum masam terkadang menangis kecil. menggila.

Aku tak tahu harus menatap apa. Semangat ini hanyalah sugesti nyata agarku tak berlari. Aku masih takut. Kalau saja aku ini penghitung yang baik, akan kuhitung berapa kali aku menggila sejakku kuberlari bermodalkan tekad.

Oh Tuhan!

Beraninya aku mengeluh pada tuhanku. Tapi aku takkan mengeluh dalam nyataku. Aku hanya mengeluh dalam mimpiku dan itu hanya pada Tuhanku. Aku lari dari ketakutanku.

Disana tak ada cahaya. Tak ada seorangpun. Membuatku takut terlelap. Memaksa bola mata indah ini untuk berkedip malas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cute White Flying Butterfly