"Dengan upaya banyak orang, lilin didalam gua tidak pernah padam. Dua puluh empat jam sehari 365 hari setahun, entah siang atau malam. Hanya ada satu alasan mengapa lilin selalu tetap menyala. Hal ini demi semua "kesepian" orang yang tinggal diluar gua itu. Bagimu yang merasa kesepian, dan berpikir bahwa kau sendirian. Ketahuilah bahwa seseorang diluar sana sedang berdoa 24 jam sehari, hanya untukmu. Tolong ingat ini, kau belum pernah sendirian, bahkan tidak sekalipun. Dan seperti setiam malam, selamat malam, Jang Jae yeol."
Mei 05, 2016
Light, you not alone
April 05, 2016
mimpi datangnya darimana ?
Mimpi datangnya darimana?
Dari keinginan ataukah hanya keinginan. Haruskah selalu beralasan. Tidakkah mimpi terkadang muncul begitu saja. Tidak bisa sekenanya, seperti nafas yang sudah menjadi bagian hidup manusia.
Mimpi datangnya darimana?
Apakah semua yang kita miliki dapat menentukan mimpi. Apapun yang sudah teralami menunjukkan mimpi. Mungkinkah segala hal tentang yang sudah-sudah adalah mimpi. Mimpi datang dari semua indra milikmu. Lalu mimpi yang terlalu jauh melewati batas garismu, bukankah itu masih disebut mimpi.
Mimpi datangnya darimana?
Aku terhempas bersama angin yang melindungiku, semesta masih saja menghukumku dengan rasa neraka. Tetapi aku melihat semesta lain di ujung mataku, kebiruan tanpa batas. Apapun yang kutemui dalam hempasku belum berujung. Aku masih terhempas, mengalir bersama anginku. Angin yang melindungiku dari apa-apa yang membuat tangis, yang ternyata membuat mataku lelah dan terpejam. Aku bermimpi.
“You can have it all. Just not all at once.”
― Oprah Winfrey see
Yogyakarta, May 3 '16
Maret 07, 2016
Februari 05, 2016
Kopi(ku)
Mencintai kopi. Kopi dingin yang dapat sesegera mungkin dihabiskan. Supaya manis-pahitnya segera berlalu. Sejauh ini, kopi yang berkelas atau kopi yang biasa dibuat dari jagung namanya tetap kopi. Sesuai selera. Hanya saja, ada tahap dimana kopi membuatmu lebih percaya pada mimpi dan kemungkinan didalamnya. Mungkin kopi adalah salah satu jenis minuman dari berbagai jenis minuman yang kau ketahui. Tapi kopi selalu terlihat mewah ketika dengan penikmatnya. Ada karakter nakal, kreatif, jenius, inspiratif dan karakter-karakter lain milik manusia tidak sehat. Padahal kopi juga tidak luput dari manfaat-manfaatnya. Yang sering terjadi kopi adalah penyelamat bagi dewa keputus-asaan. Begitu saja, kopi datang kepadamu dan memintamu menikmatinya. Ia hanya menjanjikan mimpi dan kemungkinan yang tak terhingga. Sudah seperti Tuhan saja. Wah, lihatlah Tuhan, kursimu tersaingi oleh kopi. Dia adalah ancaman pada apa-apa yang berani, berbentuk nikmat. Kopi(ku) dan kopimu.Januari 02, 2016
Pemiliki Nama yang Tak Dihiraukan
Menghargai, menamai, mencintai, memberikan arti, ada sesuatu pada cerita ini. Cerita yang terbentuk dari mimpi dan mengeluh dalam dalam. Karena terlalu dalam hingga terasa hanya begitu saja. Ini penyakit hati. Hati yang belum terdiagnosa sebagai hati. Yang merasa harus menemukan tanpa melakukan. Tanpa berpikir. Hati yang mati karena terus dicari. Ini cerita hati yang dibenci. Yang berlari dan tak menghasilkan jarak. Yang mengangan dengan mata terpejam. Hati yang rugi.
Berpikir kurangkah segala tawa yang sudah ada, Catatan mengenai kesedihan dan baik-baik saja yang tak sengaja berkelibat membuat sebuah gagasan. Berpikir. "Oh, Saya masih hidup". Milik manusia bernama yang tak dihiraukan, sebab yang utama adalah pesan pemilik nama. Berpikirlah seorang manusia yang sedang bercengkerama dengan gelap dan malam. Ada tuntutan di sana, di tempat yang biasa penuh cinta. Ada juga ketidakpercayaan yang berlebih atas doktrin kebenaran. Ada perbedaan sosial kemanusiaan untuk berpikir. Ada tujuan yang sudah hampir hilang. Masih kurasa.
Langganan:
Postingan (Atom)
