Yang akan disetiap malamnya mengingatmu tanpa
kurang, bulan malam ini berkabut, sama seperti sebuah tempat untuk
menyaksikanmu. Masih sempurna. Kodrat sejati yang sulit untuk diubah. Mengikutinya
dengan lemah. Menyapamu dengan senyum ikhlas meski bagian kanan atas ini sudah
menjerit dan berteriak untuk berhenti karena perih. Nafas dalam bereduplikasi
dengan sempurna, seperti proses-proses kebahasaan maya seperti angin sejuk
malam ini. Sempurna dan tertatih namun tetap berusaha.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar