aku masih GH yang berhembus perlahan, tidak bisa merasakanmu sejenak. Dan aku buta arah.
dimana plang-plang yang kau pasang untuk memberi tahuku mana barat? mana tulisan besar-besar yang tulus sebagai bukti aku bisa membacanya.
aku hanya berputar-putar dan pingsan. aku bangkit dengan sisa kelelahanku. masih hanya menemukan padang gila. tidak juga kehilangan harapan meski kenyataannya kau meninggalkanku dengan indah. atau terlalu buruk.
iya, itu yang sedang ingin kutanyakan padamu apa sebenarnya aku. amnesiakah kamu yang membawaku ke jalan ini
aku mau untuk bangkit, tapi tidak untuk sakit
belum kuat, belum rekat,
konsep dunia yang kau ciptakan belum bisa kupahami
mana kanan? mana cahaya? aku sulit meraba, mati rasa
bunuh aku jika kau ingin, bunuh aku jika kupinta
jangan tunda segala hal hanya untuk menertawakan kisah yang ingin kau tulis dengan darah, karena aku lemah tanpa arah.
April 13, 2014
Februari 24, 2014
Akulah Pengecut yang Penakut
Bagaimana dengan
perasaan yang tidak pernah menghampiri, kecuali saat ini, terlalu takut untuk
melangkah. Pengecut ya sudah. Lebih berani menyandang gelar kerendahan daripada
harus melihat bahwa dunia itu berwarna. Sepenakut itukah aku?
Setidak-nyaman
nyamannya setidak-nyaman, begitulah rumitnya, seperti kata yang terlalu tidak
enak didengar namun terbaca atau begitulah ketidaknyamanan. Oh wahai Pesulap
fana, muncullah dari kedok buku penuh kebisingan argumen itu untuk dapat
berdiskusi denganku. Segera menyudahi apa itu kebosanan mutlak dan berdalih
munafik secepat mungkin. Sudah tidak mampu menyangga dagu dan menepuk pelan
bahu tak berdaging ini, terlalu berat daripada memecahkan kasus apapun dengan
level tak terhingga. Disinilah aku dengan bola mata terindah yang selalu
seenaknya sendiri, dia tak pernah sesekali mengikutiku, aku tahu itu milikmu.
Label:
gh
Lokasi:My World
Yogyakarta, Indonesia
Februari 13, 2014
Benda Sang Pesulap
ada
waktu saat pesulap benar-benar memperingatkan alatnya sedemikian rupa, salah
satu bentuk dari kasih sayang yang tiada batas.
hanya
butuh waktu saja untuk benda-benda tak tahu diri itu untuk meenyadari bahwa
pemiliknya sedang mencoba bernegosiasi
tapi
itulah benda jika tak melakukan sedikit kemunafikan
jadi
mahon beri ampun dan berikan jalan
bunga, topi, kartu dan
kelinci ini
hanya bisa mengikutimu
dia
hanya hambamu
sesuai
trik atau ilusimu
maka
hilangkanlah jika sudah tak berguna lagi dalam permainan sederhanamu
pada batasnya
Ini sudah pada batasnya sebagai nafas
yang berjalan tanpa arah.
Ini sudah pada batasnya sebagai nafas
yang berpadu dengan angin.
Ini sudah pada batasnya sebagai nafas
yang munafik.
Ini sudah pada batasnya sebagai nafas
yang berias bak raja dunia.
Ini sudah pada batasnya.
Serpihan ini akan berjuang pada jalannya
Januari 08, 2014
kamu atau kamu dan kamu lagi
melihatmu
dihatiku, belum pernah berani untuk membawaku dalam hembusmu
tidak dapat
mampu untuk memulai hatimu sebagai bentuk beban hidup adalah aku
tak peduli
seberapa menjauhnya dari titik fokus ini, maka yang terindahlah yang bersemi
kamu atau
kamu dan kamu lagi
pertama
kalinya untuk hati yang tak pernah melihat terlalu dalam
kesekian
kalinya untuk hati yang terlalu mudah pecah: terlalu mudah basah karena hujan
tiba-tiba
Langganan:
Postingan (Atom)