diammu itu indah, sangat membuatku ricuh membuka satu per satu kotak kegilaanku. membuatku benci dengan segala kediamanmu yang tak pernah konstan. ah selalu mengeluh jika harus melihatmu diam tanpa arti.
kalaupun kau berkutik, hanya kekejian yang kudapat. dan kembali lagi kau diam, aku bebas. aku bebas sesukaku menafikan semua. yah kau begitu hebat dengan keleluasaanmu untuk berdiam.
10 juny '92
Tidak ada komentar:
Posting Komentar